Tampilkan postingan dengan label PUISIKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISIKU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Januari 2018

Puncak Gairah Itu

Puncak gairah itu
Ketika jeep melaju menyusuri jalanan berliku
Dengan bebatuan bergelimpangan di sepanjang mata memandang
Puncak gairah itu
Ketika memandang selimut kabut di puncak gunung tawarkan pesona tiada tara
Mengundang hasrat untuk menggauli segenap keindahan di pucuk kerinduan yang ranum
Puncak gairah itu
Ketika berkejaran diantara jeritan dan cipratan air sungai kecoklatan yang membasahi baju tembus ke dasar kalbu
Puncak gairah itu
Ketika larut dalam canda tawa dan kebersamaan
Melarung segala yang memberati rasa mengalir di segenap hangatnya  nadi

#off_road@merapi_kaliurang

Pesona Merapi

Merapi anggun mematung
menjulang tinggi
Berselendang awan
Berselimut kabut
Tawarkan pesona
Di setiap lekuk elok tubuhmu
Angin semilir lembut menyapa seraut wajah lelah penuh gairah
Menyesap segenap aroma hingga tak bersisa
dedaunan terangguk-angguk dalam irama syahdu di sepanjang jalan
menebar kerinduan akan jamuan sepenuh nikmat dari semesta ciptaanNya

Rabu, 07 September 2011

Rindu…


Aku undang dirimu lewat deru angin lalu
Aku kenang dirimu, lewat lembar demi lembar dengan serangkai kata yang teruntai di dalamnya
Aku hadirkan bayangmu di anganku
... Lewat baris demi baris untaian kerinduan yang ranum
Aku pastikan kau ada di sana
Terpaku tanpa menoleh
Lalu …
Setelah segalanya tak ada yang nyata
Kubaringkan angan ku
Kusirnakan hararapanku
Dan kuberbisik dalam baringku
“Kau teramat kejam"
(ketika Rindu mengharu biru)

Sabtu, 04 Juni 2011

Tinkling harp strings, your longing

If tinkling harp strings, your longing
nevertheless steady symphony
who originally wanted you heartfelt appreciation
if a melody that strung
nevertheless steady harmonies
and orchestra that created a tone full of grief and disappointment
brave, your heart
compose of other sonnets
in
your sense
in your soul
in your love

Selasa, 15 Maret 2011

Dialog Mencumbu Malam

Mencumbu malam
membawa jiwa terbang di langit kelam
bertemu gemintang penghias malam
adakah yang mau jadi teman menelusuri jalan malam?
sambil berbincang tentang masa silam
yang selama ini tersimpan di ruang tak bertuan
jauh terpendam di relung kalbu terdalam
dan dirangkai jadi puisi kala tengah malam
diantara getar rasa yang tak kuasa ku redam

mengapa tak ada yang menemaniku melewati panjangnya malam?
selain rintik embun dan  dinginnya malam nan kelam
tiada yang aku cumbui menjelang pagi hilangnya kelam
dalam temaram dan heningnya alam
hening dalam kesendirian pagi kan kujelang ...
bersama  harapan yang sempat kugenggam
ku tak tahu sampai kapan digenggam
karena bila terlepas mesti ada rasa yang terhempas tanpa kuasa di redam

lewati malam bersamaku, tak ada yg terhempas, karena tanganmu kugenggam ...
semakin erat kau genggam, geletar rasa di dada kian berdentam
jangan lepaskan karena geletar itu adalah nada menemani kita sepajang malam
adakah cara agar nada nada yang tercipta tiada jadi senjata yang kian dalam terhunjam..?

alirkan ke ragaku dan tiada dia ke tubuhmu menghunjam
meski tak terhunjam, bukankah alirannya kan membawa kita ke relung yang terdalam?
mungkin .. tapi bukankah itu cukup tuk lewati lorong malam
lorong malam yang temaram dan hanya berlentera suram
sebentar lagi pagi kan datang menjemput malam membawa pergi lentera suram
dan gemintang di langit kelam segera sirna berganti siang benderang yang segera datang
yakinkah kau siang yang benderang mencabut kelam dari sukmamu yang ditinggal malam?
jawabannya kan tetap bersemayam di relung hati yang terdalam

kau adalah misteri bagaikan kelam yang menundukkan malam ..
misteri yang kan menyambut pagi berseri dengan segala makna yang dalam    

Jumat, 11 Maret 2011

Sahabat

sahabat,
mengenang masa lalu, adalah keindahan yang tak pernah usang, kepedihan dan kegembiraan, memiliki batas yang sangat tipis, hampir tak dapat dideteksi, tangis lirih dan senyum samar, menyemarakkan malam-malam sepi yang mencengkam

terima kasih telah menjadi bagian dalam jejak langkah ku mencari bahagia
terima kasih telah menjadi bagian yang tidak akan pernah terlupakan
terima kasih telah menjadi kuntum harapan yang selalu menerangi hidup ku

Best Friend

friend,
remembering the past, is a beauty that was never worn, pain and joy, have a very thin line, barely detectable, crying softly and faint smile, brighten the nights are lonely clutch

thank you have a part in my footsteps to find happiness
thank you for being part of that will never be forgotten
thank you have a bud of hope that always brighten my life


Senin, 27 September 2010

Ombak dan Samudra

meski ombak juga merasakan keindahan yang sama
keindahan pantai di dalam hati
yang deburannya begitu lirih
yang getarannya begitu lembut...

dan kau samudra
telah mengantar ombak kembali ke pantai permai 
 
ya samudra
ombak memang harus kembali ke pantai permai
yang telah terhampar sejak lama
meninggalkan samudra yang telah menggetarkan ombaknya
hingga gemuruhnya bergema di luasnya samudra
tapi dengan lirihnya menembus relung dan palung di pantai hati nan tersembunyi

Senin, 20 September 2010

Tarian Persahabatan

Mari menari bersama dalam ayunan gelombang di tengah samudra,
mari selaraskan ayun langkahnya
 
dalam irama yang lembut namun tidak menghanyutkan,
dalam irama gembira namun tidak menggelora,
dalam tempo cepat atau lambat
dalam hentakan penuh dinamika cresscenso atau discresscendo
dalam ekspresi mars atau maestoso
 
Mari menari bersama dalam ayunan gelombang di tengah samudra
dengan iringan gendhing Bali, Jawa atau Sunda
tarian persahabatan nan indah mempesona
 
( terimakasih pada sahabat yang selalu memberi semangat)

Rabu, 01 September 2010

Bila kutelusuri lagi.....

Bila kutelusuri lagi perjalanan panjang yang sempat kulalui
ketika dihadapkan atas pilihan dan putusan besar dalam hidupku
ketika harus merelakan bahkan melupakan segala kenangan
dan harapan atas seseorang yang begitu berarti dalam hidupku, saat itu
dan ketika aku tertunduk dengan pasrah atas putusan keluarga besarku

Tak putus rasa syukurku pada Yang Maha Kuasa,
karena ternyata
aku berlabuh di dermaga yang tepat
aku menyerahkan segenap jiwa  raga dan cintaku
pada cinta yang dimiliki suamiku
pada kasih dan kelembutan suamiku
pada kesabaran tulus yang dia berikan

Aku tak menyesali segala keputusanku saat itu
harapanku adalah segenap bahagia ini akan tetap jadi milikku
maka akan kupertahankan semua ini
untuk ketenangan bidukku
yang melaju di samudera kasihNya


(kala dada sarat bahagia)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Puisi - Puisi Idul Fitri


Semoga...
Hidayah, barokah dan maghfirah  Allah
senantiasa tercurah pada kita semua
hingga saat maut menjemput
tak ada lagi dosa
meski hanya sejumput


( Idul fitri 1424 H )






Di hari nan fitri ini
jalinlah lagi
tali silaturahmi andai sempat terhenti
Hingga tali asih teruntai abadi 
di hati


( Idul fitri 1426 H )






Ada harap dan doa
mengantar ayun langkah kita
agar senantiasa searah dengan garisNya
dan sepanjang hayat yag tersisa
senantiasa penuh makna
akan cinta dan kasihNya
hingga tiba saatnya
mereguk segarnya telaga indah di surga
yang takkan lagi ada dahaga
sepanjang masa yang tiada berbatas


( Idulfitri 1427 H )






Untaian tali silaturahmi
yang terjalin antar insani
terangkai di hari yang teramat fitri
mengantar alunan doa
semoga sepanjang hayat yang tersisa
penuh bahagia semata


( Idul fitri 1429 H )

Paturay Tineung

Longkewangna ieu hate
basa Salira wakca rek ihlas bibilasan
ngalihkeun sagala waditra, nu biasa mirig na unggal anggitan
reh emut sakitu taun, urang rampak sasarengan
ngagalindengkeun kawih asih nu matri na sanubari
harendegna ieu hate
reh sakitu taun, urang paheuyeuk leungeun sasarengan
ayeuna bakal wekasan


Nalangsa, bagja awor na dada
antara nalangsa, bagja, ku sesah milari watesna
reh geuning
Salira lunta, taya niat megatkeun simpay kaheman
Salira angkat, taya niat mungkas mimitran
estu miang mancen darma nu langkung luhur
seja naratas jalan nu tambah jembar


Seungitna kembang harepan nu mangak na dada
leleb, anteb, sumarambah sakuliah sukma
mugia
nu dikantun langkung nanjung
nu miang tambah dangiang


Wilujeng angkat....
duh insan, nu mo laas ngalangkang dina implengan


Pangandaran, April 2006


Binar Bahagia Di Matamu

Binar bahagia di matamu biaskan bahagia
ketika kau injakkan kaki di kampus barumu
putih merah seragammu berganti biru

Sejak saat itu
hari demi hari berganti
terkadang berbuah canda dan tawa
bahkan air mata saat kita berbeda pendapat
tentang aturan yang kau rasa mengikat
tentang keharusan yang kau anggap sebagai beban

Kini waktu telah berlalu
binar mata bahagia itu kembali kudapati
menyiratkan segenap kelegaan dan harapan

Anakku
semoga kilau di matamu kian benderang
terangi ayun langkahmu, searah dengan garisNya
menggapai segenap impian yang telah kau patri di hatimu

Anakku
kobarkan bara asa di dadamu
biarkan menyulut relung kalbumu
agar tetap hidup dalam kesungguhan perjuanganmu
tabah dalam kekalahan,kesulitan dan tantangan
jujur, berbudi halus, rendah hati dan peduli
ketika dalam kemenangan

(untuk anak-anakku, siswa SMPN 30 Bandung)

Siswa Sekolah kami sarat prestasi             

Sunyi

Musim gugur di hatiku
segala terpaku
Padang hati demikian sunyi
Senyap lengang tanpa deru angin lalu
sedang musim terus berganti

Musim salju
segala isi kalbu seakan beku
kesunyian ini bagai bumi tanpa penghuni
mencekam di atas langit kelam

Tatkala salju berlalu
segala beku pun sirna
terhalau senyum mentari pagi
menoreh sunyi

Dan nyanyian musim semi pun berlagu
dengan gema memanjang di kalbu
musim lain kan tiba dengan pesonanya sendiri

Jumat, 27 Agustus 2010

Biarkan tetap begitu

semilir angin
menepis hening malam sunyi
torehkan sepi di hati
biarkan tetap begitu
karena asa dan rasa takkan kuasa memaksa
seberkas rasa yang tetap harus terhempas
kedasar samudera lepas

Ramadhan 1431 H

Permohonan

Kini hanya gema panggilanMu saja
yang ingin kudengar sepenuh hati
hanya surat-suratMu yang terangkai dengan indah
huruf demi huruf
yang ingin kubaaca dengan segenap rasa

aku menginginkan cintaMu
lebih dari cinta yang sanggup kuberikan padaMu
karena Engkau Maha Pemilik Cinta

aku ingin Kau rindukan
lebih dari kerinduanku padaMu
karna Engkau Maha Pemilik Rindu

aku mengharap ampunanMu
lebih dari ampunan yang bisa kuminta dariMu

Robbi...
tak ada yang bisa kulakukan
tanpa uluran tanganMu
membimbing setiap langkahku

Teti Mardiana


Kesadaran

Robbi....
kujalani hari demi hari dalam kasihMu yang tak terbatas
langkah demi langkah selaras kuasaMu
segalanya begitu jelas, tegas Kau tunjukkan padaku
  
Kala kebuntuan kuhadapi
selalu Kau tunjukkan solusi dalam ayatMu
Kala dosa tak terhindarkan
selalu Kau siapkan ampunan dan kesempatan
untukku memperbaiki diri
  
Abadikan semua itu sepanjang sisa hayatku
ya Robbi.....
agar aku pantas memasuki surgaMu
agar aku pantas memandang wajah suciMu

(Kota Kembang, April 2006)