Sabtu, 28 Agustus 2010

Pengaruh Sistem Pembagian Kelas Secara Homogen Terhadap Kegiatan Belajar Siswa

PENGARUH SISTEM PEMBAGIAN KELAS SECARA HOMOGEN
TERHADAP KEGIATAN BELAJAR SISWA


Studi Deskriptif Terhadap Siswa  SMP Negeri 30 Bandung
Tahun  2004 / 2005





Disusun Oleh:

DRA. HJ. TETI MARDIANA
NIP. 131 257 642







PEMERINTAH KOTA BANDUNG
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 30
Jl. Sekejati no. 23 Telpon 7305150 Bandung 40285 




BAB I

PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG MASALAH
     
         Pendidikan       merupakan     upaya     yang      berkaitan          dengan pembinaan         dan    pengembangan      dari  berbagai  aspek  kepribadian anak.   Pendidikan    bukan     saja        merupakan       pembinaan       aspek intelektual anak,  tetapi menyangkut seluruh aspek kepribadian.
Sejalan dengan pendapat di  atas  Sikun pribadi  (1987 : 1)  mengemukakan bahwa :
“ Pendidikan  merupakan  usaha pemberian bantuan terhadap individu  untuk mencapai realisasi diri secara optimal”.
Yaitu suatu kondisi yang seimbang antara pribadi dan dunianya, yang mengacu pada manusia seutuhnya dalam totalitas dan integritas berbagai aspek kepribadiannya.
Dengan demikian pendidikan menyangkut berbagai aspek keprbadian baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Melalui pendidikan diharapkan anak dapat berkembang menjadi dewasa serta mampu menyesuaikan diri baik dengan dirinya sendiri maupun dengan lingkungannya.
       Belajar merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan anak, sejak anak itu lahir , bahkan selama hidupnya anak tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar.
 Pengertian belajar seperti  dikemukakan oleh W.S Winkel,  (1986 : 15) bahwa :
“ Belajar pada manusia merupakan suatu proses psikhis yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya dan  menghasilkan perubahan – perubahan baik pada pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai sikap yang bersifat menetap “.
Perubahan – perubahan itu dapat berupa sesuatu yang baru yang segera nampak dalam prilaku  nyata, atau yang masih tersembunyi, mungkin pula perubahan itu hanya berupa penyempurnaan terhadap hal – hal yang sudah pernah dipelajari.
 Dari definisi di atas ada kecenderungan pendapat, bahwa belajar dipandang sebagai suatu proses yang bersifat eksternal, dalam arti bahwa siswa belajar ditentukan oleh kekuatan – kekuatan dari luar seperti guru, bahan pelajaran bahkan kondisi kelas dimana anak berada.
Seperti dikemukakan oleh M. Gagne ( 1975 : 49 ) bahwa “ Belajar terjadi jika individu menerima rangsangan dari lingkungan, dan mengadakan respon terhadap rangsangan tersebut”.


B.     PEMBATASAN DAN PERUMUSAN MASALAH
            Lingkungan kelas, seperti telah dikemukakan di atas termasuk faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan  belajar siswa.  Kenyataannya prestasi siswa cukup bervariasi. Dalam pada itu  visi sekolah yang memuat kehandalan berkompetisi, tiada henti melakukan inovasi yang bermuara pada kepuasan, salah satu dari misinya yaitu meningkatkan mutu input output secara gradual, dengan salah satu strateginya yakni menciptakan dan mengelola kelas dalam rangka menciptakan konsep unggulan. Dengan konsep Bina Otak, Bina Watak,       Bina Awak,  dan Bina Ahlak. Salah satu dari  program Bina Otak  di SMP Negeri 30 Bandung adalah  Diversifikasi Management Kelas yang dijabarkan dalam pembagian kelas berdasarkan prestasi siswa, dimana   siswa diranking dari yang tertinggi sampai dengan yang terendah, sehingga kempetensi siwa dalam satu kelas relative homogen dan dikelompokkan    sebagai berikut :
a.       Kelompok atas yaitu kelas II F, G, III F, G  terdiri dari:
Kelas II adalah siswa siswa yang mendapat peringkat 1 sampai dengan peringkat 80. Sedangkan  kelas III adalah siswa siswa yang mendapat peringkat 1 sampai dengan peringkat 90
b.      Kelompok sedang yaitu kelas  kelas II  C, D, E, III C, D, E terdiri dari :
Kelas II adalah siswa yang mendapat peringkat 81 sampai dengan peringkat  200. Sedangkan kelas III adalah siswa yang mendapat peringkat 81 sampai dengan peringkat 240
c.       Kelompok Bawah yaitu kelas II A, B, III A, B terdiri dari :
Kelas II adalah siswa yang mendapat peringkat 201 sampai dengan peringkat  270. Sedangkan kelas III adalah siswa yang mendapat peringkat 241 sampai dengan peringkat 311
          Bertitik tolak dari uraian di atas maka penelitian ini akan difokuskan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembagian kelas secara homogen tersebut terhadap kegiatan belajar siswa. Penelitian  ini akan memaparkan tanggapan, perasaan dan harapan siswa mengenai pembagian kelas tersebutdan bagaimana pengaruhnya terhadap kegiatan belajar siswa. Beberapa pokok permasalahan yang akan diajukan adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana pengaruh pembagian kelas dimaksud terhadap kegiatan belajar siswa dari ketiga kelompok tersebut?
2.      Bagaimana perasaan siswa manakala dia berada di kelas  dengan sistem pembagian kelas dimaksud ?
3.      Sistem pembagian kelas seperti apa  yang mereka rasakan paling nyaman  untuk belajar ?



C.     TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
            Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui :
1.      Pengaruh  sistem pembagian kelas secara homogeny terhadap kegiatan belajar  pada ketiga kelompok siswa tersebut
2.      Perasaan  ketiga kelompok siswa tersebut mengenai keberadaan dirinya di kelas.
3.      Pembagian kelas yang dirasakan nyaman bagi ketiga kelompok siswa tersebut.
             Adapun manfaat  dari penelitian ini yaitu sebagai berikut :
1.      Sebagai  bahan masukan untuk konselor di sekolah agar dapat memberikan bantuan semaksimal mungkin, sehingga siswa berkembang secara optimal.
2.      Sebagai masukan  bagi guru dan wali kelas dalam mengelola kelas dan  memberikan materi pelajaran  kepada siswa sesuai dengan kelompok prestasinya.
3.      Sebagai masukan bagi Kepala Sekolah dalam menentukan kebijakan mengenai pembagian kelas  pada semester yang akan datang.


D.    ANGGAPAN DASAR
          Penelitian ini bertitik tolak dari anggapan dasar sebagai berikut :
1.      Kebanyakan siswa belajar lebih baik secara bersama-sama dari pada sendiri-sendiri.  Jika setiap orang pada  suatu kelompok belajar menjadi pengajar dan pembelajar sekaligus, maka tingkat stres akan menurun dan pembelajaran meningkat pesat. ( Dave Meier, 2002 : 62 ).
2.      Kerjasama membantu proses belajar. Semua usaha belajar mempunyai landasan sosial. Kita bisa belajar lebih banyak dengan berinteraksi dengan kawan-kawan daripada kita pelajari dengan cara manapun. Persaingan diantara pembelajar memperlambat pembelajaran. (Dave Meier, 2002 : 54 ).
3.      Emosi positif sangat membantu pembelajaran. Perasaan menentukan kualitas dan juga kuantitas belajar seseorang. Perasaan negatif menghalangi belajar. Perasaan positif mempercepatnya. Belajar yang penuh tekanan, menyakitkan, dan bersuasana muram tidak mengungguli hasil belajar yang menyenangkan, santai dan menarik hati. { Dave Meier, 2002 : 55 ).

E.     PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN
              Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metoda deskriptif, sedang tekniknya digunakan teknik angket, yang diberikan kepada siswa. Angket  berisikan pernyataan-pernyataan untuk mengungkap pengaruh pembagian kelas terhadap kegiatan belajar, perasaaan dan harapan siswa mengenai sistem pembagian kelas.

F.      POPULASI PENELITIAN
             Populasi pada penelitian ini adalah kecenderungan pengaruh, perasaan dan harapan siswa mengenai sistem pembagian kelas. Anggota populasinya adalah siswa kelas II dan III di SMP Negeri 30 Bandung tahun pelajaran 2003-2004 , seperti terlihat pada tabel berikut
TABEL 1
ANGGOTA POPULASI PENELITIAN
ANGGOTA POPULASI PENELITIAN
JUMLAH

 KELAS  II
270
KELAS  III
311
JUMLAH
581

G. SISTEMATIKA PENULISAN KARYA TULIS
           Penulisan karya tulis ini akan dibagi menjadi tiga bab. Bab pertama berisikan pendahuluan yang memuat  latar belakang masalah serta pembatasan masalah, tujuan penelitian, anggapan dasar, metoda dan pendekatan penelitian, serta populasi penelitian. Bab kedua berisikan pengumpulan dan pengolahan data. Bab III berisikan kesimpulan dan saran.


BAB II
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
 A. MENETAPKAN ALAT PENGUMPUL DATA
          Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah mengenai  pengaruh pembagian kelas secara homogen terhadap kegiatan belajar siswa, dan data tentang kemungkinan  pembagian kelas yang mereka harapkan. Untuk memudahkan, responden dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :
d.      Kelompok atas yaitu kelas II F, G, III F, G  terdiri dari:
Kelas II adalah siswa siswa yang mendapat peringkat 1 sampai dengan peringkat 80. Sedangkan  kelas III adalah siswa siswa yang mendapat peringkat 1 sampai dengan peringkat 90
e.       Kelompok sedang yaitu kelas  kelas II  C, D, E, III C, D, E terdiri dari :
Kelas II adalah siswa yang mendapat peringkat 81 sampai dengan peringkat  200. Sedangkan kelas III adalah siswa yang mendapat peringkat 81 sampai dengan peringkat 240
f.       Kelompok Bawah yaitu kelas II A, B, III A, B terdiri dari :
Kelas II adalah siswa yang mendapat peringkat 201 sampai dengan peringkat  270. Sedangkan kelas III adalah siswa yang mendapat peringkat 241 sampai dengan peringkat 311
      Total responden  sebanyak 581  orang.
 
B.     ALAT PENGUMPUL DATA YANG DIGUNAKAN
         Untuk    mengungkap  data   tentang   tanggapan  siswa   maka ditetapkan alat pengumpul   data  berupa    angket     yang       berisi tanggapan -  tanggapan  siswa   dan  kemungkinan  pembagian   kelas yang   mereka    harapkan   Seperti   terlihat pada Lampiran    1  
      
C.    PELAKSANAAN PENGUMPULAN DATA
               Prosedur yang  ditempuh  dalam  pengumpulan  data   adalah sebagai berikut :
1.      Membagikan alat pengumpul data kepada siswa.
2.      Menjelaskan cara pengisian alat pengumpul data.
3.      Mengumpulkan jawaban siswa.
4.      Memeriksa  dan mengolah jawaban siswa.

D.    PENGOLAHAN DATA
              Untuk mengolah   data tersebut   maka dibuat   dalam  bentuk  matrik. Untuk masing masing  kelompok   dengan   langkah – langkah  sebagai berikut
1.      Menghitung jumlah siswa yang menjawab masing-masing item.
2.      Menghitung persentase masing-masing item.

3.      Membuat kesimpulan sementara.

Hasilnya seperti terlihat pada tabel  2.


Tabel 2
Matrik Jumlah Jawaban Responden
ITEM
KELOMPOK ATAS
KELOMPOK SEDANG
KELOMPOK BAWAH
JUMLAH
%


176

264

141

581


JML          %
JML           %
JML         %


I A
125        70.7  
149        56.5
57        40.1    
330
57.3
1 B
22         12
37          13.8
9            6.6
67
11.5
I C
18         9.9
53          19.8
46        32.8
115
19.6
1 D     

11         6.3
25            9.9
29        20.4
65
11.2
2 A

91         51.8
117        44.3
36        26.3
244
42.5
2 B

49         27.7
54          20.6
14        10.2
117
20.5
2 C

32        17.8
46          17.4
13          9.5
90
15.7
2 D

4              2.1
11           4
19        13.9
34
5.7
2 E

0              0
36           13.8
59        41.6
98
12.4
3.3 A

89        50.3
116        43.9
107      74.5
310
54
3.3 B

87        49.7
148        56.1
34        24.1
269
46
3.2.A
41          50.3
53             49.3       
55              78.1
149
56
3.2.B
39          49.7
67             56.1
15              22.9
121
44
               
  3.2.A dan 3.2 B   Hanya diisi oleh responden kelas II     sebanyak  270    orang
 

Untuk     memudahkan     membaca  data maka tabel diatas diringkas
seperti terlihat pada tabel 3 sebagai berikut.


Tabel 3
Matrik Jawaban Responden Setiap Kelompok
KELOMPOK
ATAS
SEDANG
BAWAH
TOTAL
JML RESPONDEN

176

264

141

581

JENIS ITEM

JML

%

JML

%

JML

%

JML

%
1.      Pengaruh
positif

125

70.7

149

56.5

57

40.1

333

57.3
Pengaruh
negatif

51

29.3

115

43.5

84

59.9

248

42.7
2. Perasaan positif

91

51.8

116

43.9

37

26.3

246

42.3
Perasaan
negatif

85

48.2

148

56.1

104

73.7

335

57.7
3.Menginginkan perubahan  sistem pembagian kelas

136



50.3

119

43.9



110



78.1



53.2
Tidak menginginkan perubahan

134


49.7

151

56.1

3

22.9

272

46.8

          Dari tabel di atas terlihat bahwa :
1.      Survey    tentang    tanggapan  siswa    mengenai   pembagian kelas 
berdasarkan   ranking   nilai   dari  nilai   tertinggi sampai dengan nilai terendah adalah sebagai berikut : 70.7 % siswa pada kelompok     Atas,  56.5 % siswa   pada   kelompok  Sedang   dan  40.1 % siswa pada kelompok    Bawah menanggapi bahwa pembagian kelas tersebut dapat  memacu  kreatifitas  dan motivasi   untuk berkompetisi  dalam belajar. 
Sedangkan    29.3 %   siswa   pada   kelompok  Atas,  43.5 %   siswa    pada kelompok  Sedang   dan   59.9 %  siswa    pada   kelompok     Bawah menanggapi   bahwa   pembagian    kelas     tersebut         tidak mempengaruhi cara belajarnya, dan  menimbulkan persaingan yang tidak sehat.  12 %  siswa  pada  kelompok  atas  dan  13.8 % siswa  pada  kelompok  sedang dan  6.6 %   siswa pada kelompok bawah   menanggapi   bahwa   pembagian   kelas  seperti  yang sekarang berlaku  membuatnya berusaha untuk tidak   tergeser ke   kelompok   yang   lebih    rendah   meskipun   dengan  cara menyontek saat ulangan
2.      Survey tentang perasaan siswa   berada  di  dalam  kelasnya  adalah  sebagai  berikut :  51.8 % siswa  pada  kelompok  Atas,  43.9 %  siswa  pada kelompok   Sedang,  dan  26.3 %  siswa  pada  kelompok   Bawah  merasa senang berada di kelasnya karena sudah sesuai dengan  kerja kerasnya dalam belajar. Sedangkan 48.2 % siswa pada kelompok Atas, 56.1 % siswa pada kelompok Sedang merasa tidak ada harapan untuk   meraih pestasi yang lebih tinggi dan dalam hati kecilnya  merasa  tidak puas karena prestasi yang  dicapai  bukan murni  hasil  belajar dan  73.7 %   siswa   pada   kelompok    bawah  merasa  tidak  ada harapan untuk meraih   pestasi   yang lebih tinggi,   merasa malu dan tersisihkan serta  merasa   dicap  sebagai   anak yang gagal.
3.      Survey mengenai pembagian kelas   yang   paling   nyaman adalah sebagai berikut :  50.3 %  siswa  pada  kelompok Atas,  49.7 %  siswa pada kelompok  Sedang dan 78.1 % siswa pada kelompok  bawah menginginkan perubahan  sistem pembagian kelas  yakni : Kelas    dibagi   menjadi   2   kelas    Unggulan     dan   5 kelas    campuran.   Kemudian antara siswa kelas II pagi dan II siang  tetap memiliki batasan nilai tertentu.   Sedangkan   49.7 %   siswa pada kelompok Atas, 56.1 % siswa pada  kelompok   sedang   dan    22.9 % siswa  pada  kelompok  bawah tidak   menginginkan  perubahan sistem dalam pembagian kelas.


BAB III

PEMBAHASAN  HASIL PENELITIAN

            
A. PENGARUH  SISTEM PEMBAGIAN KELAS SECARA HOMOGEN TERHADAP KEGIATAN BELAJAR
Survey    tentang    pengaruh   pembagian kelas  berdasarkan   ranking   nilai   dari  nilai   tertinggi sampai dengan nilai terendah terhadap kegiatan belajar adalah sebagai berikut : 70.7 % siswa pada kelompok     Atas,  56.5 % siswa   pada   kelompok  Sedang   dan  40.1 % siswa pada kelompok    Bawah menanggapi bahwa pembagian kelas tersebut dapat  memacu  kreatifitas  dan motivasi   untuk berkompetisi  dalam belajar. Sehingga berpengaruh positif dalam kegiatan belajar.
Sedangkan    29.3 %   siswa   pada   kelompok  Atas,  43.5 %   siswa    pada kelompok  Sedang   dan   59.9 %  siswa    pada   kelompok     Bawah menanggapi   bahwa   pembagian    kelas     tersebut         tidak mempengaruhi cara belajarnya, bahkan menimbulkan persaingan yang tidak sehat.  12 %  siswa  pada  kelompok  atas  dan  14 % siswa  pada  kelompok  sedang dan  7 %   siswa pada kelompok bawah   berpendapat  bahwa   pembagian   kelas  seperti  yang sekarang berlaku  membuatnya berusaha untuk tidak   tergeser ke   kelompok   yang   lebih    rendah   meskipun   dengan  cara menyontek saat ulangan


B. PERASAAN SISWA BERADA DI KELAS YANG HOMOGEN
Survey tentang perasaan siswa   berada  di  dalam  kelasnya  adalah  sebagai  berikut :  51.8 % siswa  pada  kelompok  Atas,  43.9 %  siswa  pada kelompok   Sedang,  dan  26.3 %  siswa  pada  kelompok   Bawah  merasa senang berada di kelasnya karena sudah sesuai dengan  kerja kerasnya dalam belajar.   Sedangkan 48.2 % siswa pada kelompok Atas, 56.1 % siswa pada kelompok Sedang, merasa tidak ada harapan untuk   meraih pestasi yang lebih tinggi dan dalam hati kecilnya  merasa  tidak puas karena prestasi yang  dicapai  bukan murni  hasil  belajar dan  73.7 %   siswa   pada   kelompok    bawah  merasa  tidak  ada harapan untuk meraih   pestasi   yang lebih tinggi,   merasa malu dan tersisihkan serta  merasa   dicap  sebagai   anak yang gagal.
C.  PEMBAGIAN KELAS PALING NYAMAN
Survey mengenai pembagian kelas   yang   paling   nyaman adalah sebagai berikut :  50.3 %  siswa  pada  kelompok Atas,  49.7 %  siswa pada kelompok  Sedang dan 78.1 % siswa pada kelompok  bawah menginginkan perubahan  sistem pembagian kelas  yakni : Kelas    dibagi   menjadi   2   kelas    Unggulan     dan   5 kelas    campuran.   Kemudian antara siswa kelas II pagi dan II siang  tetap memiliki batasan nilai tertentu.   Sedangkan   49.7 %   siswa pada kelompok Atas, 56.1 % siswa pada  kelompok   sedang   dan    22.9 % siswa  pada  kelompok  bawah tidak   menginginkan  perubahan sistem dalam pembagian kelas.
     


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Sistem Pembagian  kelas  secara  homogen seperti  sekarang   ini (Tahun Ajaran 2003-2004 ) ternyata menimbulkan berbagai  masalah  pada  siswa    baik  pada   siswa kelompok   Atas,   kelompok  Sedang  maupun kelompok Bawah.  Masalah tersebut   diantaranya    adalah   timbulnya  persaingan  yang  tidak  sehat, menimbulkan  ketidakjujuran yang ditandai    dengan perilaku menyontek saat  ulangan  karena  khawatir   tergeser   ke    kelas  yang  lebih    rendah  levelnya,   adanya feeling of hopeless pada siswa baik pada kelompok Atas, Sedang  maupun    Rendah,  perasaan  malu,  tersisihkan, dan yang paling parah    adalah anak merasa dicap sebagai anak yang gagal, yang kesemua perasaan- perasaan    tersebut  dapat  mematikan  motivasi  belajar  siswa sehingga berpengaruh negative terhadap kegiatan belajar siswa.
 Padahal untuk dapat belajar secara optimal, siswa membutuhkan :
1.      Lingkungan Belajar yang Positif. 
Orang   dapat    belajar  paling  baik dalam lingkungan fisik, emosi dan sosial  yang    positif,  lingkungan  yang  dapat  menggugah    semangat,  mengurangi   stres dan sanggup menciptakan  perasaan  positif   dalamdiri   siswa.      Sedangkan      yang  terjadi  adalah   siswa     merasakan kekhawatiran bila dia akan tergeser ke level dibawahnya, merasa malu berada di kelasnya dan merasa sudah dicap  sebagai  anak  yang  gagal. Hal ini tentu saja kan sangat merugikan.
2.      Kerjasama Diantara Pembelajar.
Orang dapat belajar paling baik dalam lingkungn kerja  sama,   bukan dalam  situasi  penuh  persaingan  individual. Karena  pada    dasarnya semua cara belajar cenderung bersifat sosial. Sejak awal  siswa   harus merasa bahwa mereka tidak terasing secara sosial, tetapi berada   pada komunitas yang saling peduli dan mau berbagi.  Kenyataannya ,    yang terjadi   adalah  pada  siswa kelompok atas timbul  rasa  takut     untuk tersaingi, yang berakibat  mereka berbuat hal-hal yang tidak fair  sedang  pada siswa  kelompok  bawah  merasa bahwa   teman sekelasnya sama bodoh dengan  dirinya  sehingga sangat sulit untuk   menciptakan iklim kerjasama .
3.      Sugesti Positif
Yang   penulis   maksudkan  dengan    sugesti   positif  di  sini      adalah bagaimana siswa memandang dirinya dan    berperilaku sesuai  dengan pandangannya tersebut.  Pada siswa kelompok atas, mereka  telah memiliki pandangan  positif  terhadap  dirinya  sehingga   mereka  relatif  lebih  siap  untuk menghadapi proses belajar. Tetapi pada siswa kelompok  bawah,  yang ada  justru sugesti  negatif,  perasaan- perasan  negatif    tersebut  akan  menjadi  penghalang  dalam   perilaku  belajar mereka.   
      Sementara   besarnya  persentase siswa yang mengalami masalah dengan sistem    ini    terutama   pada   kelompok   Bawah,   seyogyanya  mendapat perhatian     kita  semua  untuk  menyikapinya.   Penulis  yakin  selama ini semua    guru    sudah   berusaha  maksimal     untuk    menolong   mereka, membangkitkan gairah serta minat dan motivasi   belajar    untuk    semua kelompok   siswa.  Tetapi   sampai    akhir   tahun   ajaran   terutama  pada kelompok bawah belum terlihat adanya peningkatan yang berarti.        Dengan  demikian  penulis   berkesimpulan  bahwa   kebijakan  tentang Sistem  pembagian  kelas  secara homogen ini  lebih  banyak menimbulkan sisi negatif pada siswa , dan penulis yakin  pihak  guru  pun  menghadapi kendala terutama bila  mereka   mengajar  pada kelas yang termasuk kelompok bawah, tetapi kesimpulan penulis  mengenai  para guru baru kesimpulan sementara dari  hasil    pembicaraan -  pembicaraan   penulis  dengan   para  guru.   Belum  berupa hasil penelitian yang sahih.

B. SARAN
       Dengan melihat permasalahan yang timbul, dan hasil survey terhadap siswa mengenai pembagian kelas yang mereka  rasakan  paling     nyaman, maka penulis  menyarankan  bahwa  pada  tahun   2004/ 2005   yang  akan datang pembagian kelas dicoba disesuaikan kembali. Yaitu, siswa kelas III terdiri  dari  dua  kelas  unggulan  dan 5 kelas campuran. Dan untuk siswa kelas   II  Pagi   terdiri   dari   dua kelas unggulan dan tiga kelas campuran dengan batas jumlah nilai tertentu, sedangkan kelas siang terdiri dari tiga kelas campuran.  Dengan  demikian  siswa tetap dapat berkompetisi untuk meraih   kelas    unggulan,   tetapi   di dalam kelas tetap terjalin kerjasama  yang  baik  diantara   siswa   mengingat   potensi mereka didalam kelasnya heterogen.

   C. PENUTUP    
            Dengan berakhirnya penulisan laporan penelitian ini, penulis berharap bahwa hasilpenelitian tersebut dapat bermanfaat untuk kita sebagai pendidik  di SMP Negeri 30 yang     memiliki   visi  KIS,    Kompetitif,     Inovatif dan Satisfaction. Sehingga   kita   dapat meningkatkan lagi pelayanan terhadap siswa.           Yang    pada  akhirnya  semua  upaya  kita  diharapkan   akan memuaskan  berbagai    pihak  terutama  masayarakat  sebagai  konsumen dari  pelayanan kita.



 










LAMPIRAN 1

ALAT PENGUMPUL DATA

Di bawah ini  terdapat beberapa pernyataan. Tugas anda adalah memilih   pernyataan yang sesuai dengan perasaan anda.

1.      Sistem pembagian kelas seperti yang sekarang berlaku  menurut saya :
a.       memacu kreatifitas, sportifitas dan kompetisi dalam belajar
b.      membuat saya berusha untuk tidak tergeser ke kelas yang lebih rendah, walaupun dengan cara menyontek saat ulangan.
c.       Tidak mempengaruhi cara belajar saya
d.      Menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

2.       Berada di kelas sekarang, saya merasa :
a.       Bangga karena sesuai dengan kerja keras saya dalam belajar.
b.      Dalam hati kecil, saya  merasa tidak puas karena prestasi yang dicapai bukan murni hasil belajar.
c.       Melihat kemampuan teman-teman yang ada di kelas, saya merasa tidak ada harapan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
d.      Malu dan tersisihkan.
e.       Merasa dicap sebagai anak yang gagal.

3.      Pembagian kelas yang paling nyaman menurut saya adalah :
Pilihan untuk kelas III
a.       Kelas dibagi menjadi  2 kelas unggulan dan 5 kelas campuran
b.      Kelas dibagi berdasarkan jumlah nilai tertinggi sampai terendah seperti yang berlaku sekarang.
Pilihan untuk kelas II
a.       Kelas Pagi dibagi menjadi 2 kelas unggulan dan 2 kelas campuran dengan batas nilai tertentu, dan Kelas Siang dibagi menjadi 3 kelas campuran.
b.      Kelas dibagi berdasarkan jumlah nilai tertinggi sampai terendah seperti yang berlaku sekarang.












LAMPIRAN 2

Tabel 2
Matrik Jumlah Jawaban Responden
ITEM
KELOMPOK ATAS
KELOMPOK SEDANG
KELOMPOK BAWAH
JUMLAH
%


176

264

141

581


JML          %
JML           %
JML         %


I A
125        70.7  
149        56.5
57        40.1    
330
57.3
1 B
22         12
37          13.8
9            6.6
67
11.5
I C
18         9.9
53          19.8
46        32.8
115
19.6
1 D     

11         6.3
25            9.9
29        20.4
65
11.2
2 A

91         51.8
117        44.3
36        26.3
244
42.5
2 B

49         27.7
54          20.6
14        10.2
117
20.5
2 C

32        17.8
46          17.4
13          9.5
90
15.7
2 D

4              2.1
11           4
19        13.9
34
5.7
2 E

0              0
36           13.8
59        41.6
98
12.4
3.3 A

89        50.3
116        43.9
107      74.5
310
54
3.3 B

87        49.7
148        56.1
34        24.1
269
46
3.2.A
41          50.3
53             49.3       
55              78.1
149
56
3.2.B
39          49.7
67             56.1
15              22.9
121
44
               
  3.2.A dan 3.2 B   Hanya diisi oleh responden kelas II     sebanyak  270    orang


2 komentar:

  1. salam bu, says guru bk juga di man prabumulih sumatera selatan sedang melanjutkan studi S2, saya tertarik untuk membahas homogenitas kelas, bisa mnta bantuan referensinya bu ?terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  2. Salam bu, saya mahasiswa IAIN SMH BANTEN , sya sedang mencari referensi tentang pembahasan kelas homogen, buat tugas akhir perkulihan bu.
    Mohon bantuannya bu.

    BalasHapus